Namun manusia tidak pernah akan mengetahui sifat-sifat ketuhanan Tuhan yang sesungguhnya, karena akalnya terbatas dan sumber pengetahuan ketuhanan bagi akal juga terbatas. Tidak ada obyek pengamatan yang utuh dan lengkap yang bisa mengantarkan kepada sifat-sifat Tuhan sempurna. Tuhan bukan makhluk inderawi. Tuhan bukan obyek. Dialah pencipta indera manusia. Dialah yang memberi kesan adanya obyek pada pemikiran manusia. Tuhanlah yang harus menerangkan sendiri siapa Diri-Nya kepada manusia agar Dia dikenali dengan sebenarnya bukan hanya berdasarkan zhon atau asumsi atau prasangka saja..... Untuk itu maka munculah utusan Tuhan.
Namun sayang, keberadaan utusan yang sebenarnya kadang tidak dikenali dengan mudah tapi harus dicari dengan kesungguhan.... karena banyak orang yang mengaku bahwa dirinya utusan Tuhan dengan ajaran yang berbeda-beda, padahal kebenaran yang sungguhnya tidak mungkin mengandung dua nilai atau lebih yang saling bertolak belakang. Orang yang bersungguh-sungguh dengan usaha keras dan doa yang tulus serta rendah hati dan jiwa pantang menyerah serta kesabaranlah yang mungkin mendapatkan pengetahuan tentang Tuhan yang sebenarnya.....
Ya Allah Tuhan yang sebenarnya yang mendengar permohonan hamba-NYa, tunjukkan kami pada jalan yang lurus, yaitu jalan mereka yang telah Engkau utus dengan sebenar-Nya, bukan jalan mereka yang penuh dengan keangkuhan dan kesombongan sehingga Engkau murkai, bukan pula jalan mereka yang mengada-ngada berdasarkan pemikiran dan angan-angan saja. Amien.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar